Follow Us @sangmaya

Monday, November 28, 2016

Queen Of Sins hal 1-5


Samantha seorang gadis terkenal paling cantik layaknya dewi cinta yang masih muda, rambut pirangnya yang panjang terlihat berkilau dengan pantulan matahari, kulit putihnya semulus sutera, mata birunya yang bagaikan permata membuat banyak laki-laki terpesona memandangnya. 

Sayangnya Samantha bekerja sebagai budak di kediaman Tuan Frederick, seorang saudagar kaya yang mengambilnya sejak usia 14 tahun, Tuan Frederick jatuh hati kepada Samantha karena kecantikannya, dan merawat Samantha dengan baik, tentu saja Samantha harus melayani Tuan Frederick di beberapa malam atau kesempatan saat Nyonya Dorothy istri majikannya sedang tidur atau tidak berada dirumah.

Selama lima tahun hidup menjadi budak, Samantha akhirnya bertemu seorang kekasih yang membuatnya jatuh cinta untuk pertama kalinya, pertemuan mereka berawal saat kekasihnya Gabriel menolongnya  dirinya yang hampir diperkosa oleh segerombolan perampok yang mengejarnya saat ia sedang berjalan di pasar. Gabriel merupakan ksatria kerajaan yang sedang berperang melawan para centaur, kekasihnya berjanji akan segera melepaskan Samantha dari perbudakan dan menikahinya setelah ia perperangan usai. 

Samantha mencintai Gabriel, hanya saja semenjak mendengar kabar bahwa perang melawan centaur mereka kalah dan banyak pasukan kerajaan yang ditawan, Samantha kehilangan harapan akan janji Gabriel yang akan segera menikahinya, sehingga Samantha membuat rencana lain agar bayi yang dikandungnya memiliki sosok ayah dan juga dapat membebaskan dia dari perbudakan.

“Ward kamu akan punya adik”, ucap Samantha kepada anak majikannya yang sedang bermain di dekat kedua orangtuanya.

“ Anak siapa yang kamu kandung ?”,Tanya Nyonya Dorothy kepada Samantha dengan heran
.
Samantha tidak menjawab, ia hanya menoleh pelan ke arah kepada tuan Frederick yang terkejut kemudian dengan teriakan histeris Nyonya Dorothy dan akhirnya jatuh pingsan karena mengetahui perselingkuhan suaminya. Seisi rumah menjadi gempar, nyonya  Dorothy ditolong oleh para pembantu lainnya dan juga tuan Frederick untuk dibawa kedalam kamar, Ward menangis keras karena kaget dengan situasi yang terjadi.

Pernikahan Tuan Frederick dan Samantha berlangsung, banyak orang memandang Samantha dengan sinis dan membicarakan serta mengumpat Samantha dibelakangnya, Samantha dianggap sebagai pelacur murahan tidak tau diri, banyak juga yang menganggapnya hanya menginginkan harta dari Tuan Frederick. Samantha tidak ambil peduli dengan dengan kondisi disekelilingnya, ia malah bermanja di lengan Tuan Frederick untuk menunjukkan bahwa ia lelah. 

Tak lama kemudian pesta pernikahan tersebut menjadi gaduh setelah mendengar teriakan yang sangat kencang yang berasal dari kamar Ward, Tuan Frederick dan Samantha segera menuju asal teriakan tersebut, begitu juga dengan beberapa tamu mengikuti mereka karena penasaran dengan apa yang sedang terjadi. Pintu kamar terbuka, salah satu pembantu yang masih berteriak histeris jatuh di lantai memandang ke atas kamar dimana Nyonya Dorothy gantung diri, Ward terdiam  mematung sambil  memandang jasad ibunya. Tuan Frederick segera menggendong Ward, dan beberapa orang langsung menolong untuk menurunkan jasad Nyonya Dorothy, Ward memandang Samantha tajam seakan-akan bicara ‘Semua ini salahmu, kau akan menerima akibatnya’.

****

Sudah lebih dari dua minggu sejak pemakaman Nyonya Dorothy, Ward masih saja mengurung diri didalam kamar tidak mau keluar, ia mengamuk sejadi-jadinya di dalam kamar dan menghancurkan apapun didalam kamarnya. Ward merupakan anak yang diasuh dan juga disusui oleh Samantha sejak Bayi, waktu itu Samantha baru saja kehilangan putrinya, Samantha sangat menyayangi Ward sebagai ganti anaknya yang hilang.

“Ward aku juga Ibumu”, ucap Samantha dari  balik Pintu kamar, mendengar suara Samantha membuat Ward makin mengamuk di dalam kamar dan melempar barang apapun yang berada di dekatnya.

Anak yang dikandung Samantha saat ini sebenarnya bukan anak Tuan Frederick, melainkan Ksatria Gabriel yang dikabarkan telah gugur dalam perang sehingga membuat Samantha kehilangan harapan akan kebebasannya. Samantha menginginkan anak yang dikandungnya dapat berkehidupan cukup dan tidak harus menjadi budak agar tragedi dimana putrinya dirampas oleh ayah tirinya untuk dijual tidak terulang kembali.

Tengah malam Samantha bermimpi akan kejadian yang menimpanya sewaktu berusia 14 tahun, dimana ayah tirinya yang pemabuk memaksanya untuk melayaninya, Samantha begitu ketakutan tapi tidak mempunyai kekuatan untuk melawan.

 Semenjak ibu Samantha meninggal, Samantha terpaksa hidup dalam kurungan layaknya hewan dan kerapkali menerima siksaan, ketika Ayah tirinya mengetahui Samantha mengandung anaknya sendiri, Samantha diberi tinggal dikamar dan makanan yang layak sampai ia melahirkan. 

Saat bayi Samantha lahir, ayah tirinyanya langsung mengambilnya dan dijual kepada keluarga yang sedang mencari bayi untuk diangkat sebagai anak. Kehidupan Samantha kembali kedalam kandang dan tak lama kemudian Ayah Tirinya menjualnya ke Tuan Frederick.

Samantha terbangun dari mimpi buruknya, di samping tempat tidurnya Ward berdiri sambil memegang gunting, Ward hendak menikam Samantha akan tetapi anak usia enam tahun itu gagal karena ditahan oleh tangan Samantha. Ward berteriak karena tangannya dipelintir oleh Samantha, teriakan Ward membangunkan ayahnya, yang langsung melompat dari tempat tidur dan mengambil Ward keluar dari kamar. 

“MATI KAU, MATI KAU !!!”, Teriak Ward dengan histeris saat dibawa pergi oleh ayahnya.

Sejak kejadian malam tersebut Ward dititipkan dirumah dirumah pamannya yang tinggal jauh dari kediaman tuan Frederick, di kota …………………. Tuan Frederick tidak ingin terjadi hal buruk terhadap Samantha yang sebentar lagi melahirkan. 

Samantha sebanarnya agak sedih harus berpisah dengan Ward yang sejak kecil diasuh olehnya, tetapi kebencian Ward kepada dirinya semenjak kematian ibu kandungnya sudah tidak terbendung, Ward telah berubah dari sorang bocah periang menjadi iblis kecil yang penuh kemarahan.

****

Bayi perempuan yang sedang di gendong Samantha sangat cantik dan sehat, Tuan Frederick sangat bahagia mendapatkan seorang putri tampa mengetahui bayi tersebut bukanlah anak kandungnya. Mereka memberi nama bayi tersebut Luxuria sesuai dengan harapan Samantha agar bayinya selalu hidup dengan kemewahan dan keindahan.

“Matanya biru seperti matamu”, ucap tuan Frederick pada Samantha.

Lux tumbuh dengan baik dan memiliki banyak perhatian dari sekelilingnya, Tuan Frederick juga sangat memanjakan Lux, sekalipun Samantha sudah memiliki hidup yang berkecukupan dan penuh kebahagiaan, terkadang Samantha memikirkan putrinya yang hilang, tapi sudah enggan mencarinya lagi mengingat bayi tersebut juga merupakan benih yang ditanamkan oleh ayah tirinya secara paksa.

Tampa disadari dalam diri Samantha sudah semakin berubah semenjak ia melakukan perjanjian dengan Iblis dalam keadaaan terpuruk saat masih hidup di dalam kandang ayah tirinya. Tubuh Samantha dapat berubah menjadi kerumunan laba-laba demi mencari mangsa untuk mempertahankan kecantikan dan kemudaannya, dengan meminum darah perawan yang dibunuhnya tiap bulan purnama. Cara tersebut membuat Samantha juga hidup kekal.

Samantha merupakan keturunan suku gipsi, ibu kandung Samantha banyak mengajarkan Samantha tentang membaca ramalan kartu, ramuan, dan berbagai mantera saat Samantha masih kecil, termasuk mantera memanggil iblis. Samantha sebenarnya beberapa kali mencoba mengugurkan kandungan yang berasal dari ayah tirinya, tapi tidak berhasil, bayi tersebut lahir di kandang, dengan kesusahan Samantha mengambil batu di sudut kandang, ketika Samantha ingin membunuh bayi kecil yang masih merah berlumuran darah, hatinya tidak tega mendengar bayi tersebut berusaha untuk menangis memohon kehidupan, Samantha mengambil bayi tersebut dan ikut menangis dengannya.

Tangisan bayi tersebut membuat ayah tiri berserta anak buahnya turun kemudian memisahkan Samantha dengan putrinya. Samantha tidak berdaya melawan mereka, ia berteriak meraung sejadi-jadinya kemudian merapal suatu mantera dan membuat gambar symbol-simbol pemanggil iblis dengan tetesan darah dari tangan yang ia lukai dengan batu, Samantha menyerahkan jiwanya untuk meminta pertolongan Iblis agar putrinya selamat. Iblis pun mengabulkan permintaan Samantha dengan membuat semua keturunan Samantha menjadi anak-anaknya Iblis di bumi.

Selama lima tahun lebih Samantha mencari informasi tentang putrinya yang hilang, pada hari itu Samantha mendatangi ayah tirinya yang tinggal di dekat pasar kota dimana ayah tirinya sering menjual budak disana. Samantha cukup lama bersembunyi dirumah ayah tirinya, kemudian muncul dari belakang ayah tirinya dan langsung mengarahkan belati yang ke leher ayah tirinya.

“Dimana putriku ? “, Tanya Samantha bisik Samantha k telinga ayahnya dengan memegang kuat belati yang sudah ia tajamkan sejak lama.

Ayah tirinya terkejut dengan kedatangan Samantha yang tak terduga dan kemudian tertawa mendengar pertanyaan Samantha. 

“Itu anak Iblis, seharusnya dia mati kubunuh dengan pedangku, tetapi sesuatu muncul darinya membuatku terpental ke dinding,” ucap ayah tirinya.

“Aku memang meminta iblis untuk menjaganya, sekarang dimana dia ? “. Tanya Samantha dengan keras.
“ Apa kau punya keberanian membunuhku ?”, hardik ayah tirinya.

Samantha menyayat kecil leher ayah tirinya dengan belati kecil yang dari tadi tidak bergerak dari leher ayah tirinya, sehingga ayah tirinya meringis kesakitan.

“ Ba..ba..baiklah,,, aku memerintahkan anak buahku untuk menjualnya ke sepasang suami istri yang sedang menginginkan anak dan membayar dengan harga yang sangat tinggi, tapi aku tidak tahu siapa mereka dan tinggal dimana, itu saja informasi yang bisa aku berikan padamu.

Samantha diam menyimak, dan dengan cepat mengiris nadi leher ayah tirinya dalam-dalam, hingga darah mengucur deras. Ayah tirinya jatuh kelantai bergelimang darahnya sendiri, bunyi gaduh dalam kamar tersebut membuat beberapa anak buah ayah tirinya datang, dan mendapati Samantha disana bersama jasad bos mereka. Samantha lari keluar jendela melompat ke atas atap rumah-rumah dan akhirnya menyusup ke kermaian orang di pasar.

Anak buah ayah tirinya masih mencari Samantha didalam  pasar yang penuh dengan keramaian orang, dan ketika mereka melihat Samantha lari ketika melihat mereka, terjadilah kejar-kejaran di pasar sehingga semakin gaduh, Gabriel yang sedang berada di kedai pasar memperhatikan pengejaran tersebut dan kemudian mengikutinya walau agak sedikit malas karena sedang libur dari tugas. Saat Samantha lari kemudian terdesak dalam salah satu sudut gang sempit ia kalah dalam perkelahian karena banyaknya jumlah anak buah ayah tirinya, Samantha di bawa kedalam suatu sudut gang oleh mereka, dan hendak diperkosa di sana, saat itulah Gabriel menolong Samantha.

****

“ Lucu sekali dia” ucap Luxuria disamping Samantha yang sedang menggendong bayi laki-laki yang baru saja dilahirkannya.

“Kamu harus bisa menjaganya, dan mengajaknya bermain nanti”, kata Samantha terhadap Lux.

“Dia akan menjadi pengusaha yang kaya raya dan akan mewarisi tanahku”, ucap tuan Frederick dan mengambil bayi tersebut untuk digendongnya.

“Kalau begitu namanya Avar saja, Avaria….jadi semuanya akan tau kalau dia adiknya Lux, Luxuria”, ucap Lux sambil melompat ke dekat ayahnya.

“Avaria, nama yang bagus”,  ucap Samantha tersenyum.

“Ava…ria…Avaria???....seperti nama dua gadis yang disatukan, dan bayi ini laki-laki”, kata tuan Frederick kemudian semuanya tertawa.

 "Namanya George"  Tuan Frederick meletakkan bayinya di pangkuan Samantha setelah mencium dan memberi nama bayi tersebut.

****

No comments:

Post a Comment