Follow Us @sangmaya

Tuesday, March 7, 2017

Para Kepulangan Bintang - Sebuah Novel Karya Nings S Lumbantoruan

Para Kepulangan Bintang - Sebuah Novel Karya Nings S Lumbantoruan


Merantau harus dilakukan jika kesempatannya ada. Tidak masalah jika dia perempuan. Belajar langsung dari orang lain dan tanah yang baru. Ingat!! Ilmu itu mahal. –NingsS Lumbantoruan.

Para Kepulangan Bintang

catatanmaya.com- Novel Para Kepulangan Bintang baru saya baca sekali pada hari ini, dan saya selesaikan hari ini juga, karena buku ini menarik. Layaknya buku karangan Paulo Coelho, Mitch Bloom, JK Rowling ataupun komik-komik favorit yang ingin saya tuntaskan segera mungkin membacanya untuk memuaskan rasa penasaran saya.

Novel setebal 275 halaman ini ditulis oleh Nings S Lumbantoruan. Cetakan pertama buku ini langsung habis pada tahun kemunculannya di Agustus 2016. Saya beruntung dapat membaca buku ini, diberi langsung oleh penulisnya  ketika bergabung di Forum Indonesia Menulis.

Novel ini unik, keren dan menghibur bagi yang memang gemar membaca buku.  Saya membaca dan memahaminya dengan mudah. 

Tokoh utama novel ini bernama Arian Debata Raja. Nama anak laki-laki yang dipersiapkan oleh ayahnya. Walaupun Arian lahir sebagai anak perempuan, ayahnya tetap memberikan nama Arian terhadap anaknya. Asal Desa Randur Tapanuli Tengah.

 Mimpi Arian sewaktu kecil bertemu Si Topi Hijau di tepian sungai yang terdapat empat kapal, membawa Arian memilih melanjutkan pendidikan ke Universitas Tanjungpura. Di mana sungai yang terlihat di mimpinya berada. Kapuas.


Arian selain berani merantau, ia juga gemar membaca buku. Setiap buku yang ia baca, ia catat judulnya, penulisnya, kapan mulai membaca dan selesai membacanya. 

Berawal dari Si Tujuh Bersaudara yang tidak bisa kembali ke Yesa, karena Raja Koti telah menutup Yesa, menghindari pemberontak. Untuk menebus kesalahan Raja Koti, si Tujuh Bersaudara di utus ke bumi demi menyelamatkan anak-anak yang dibesarkan dalam asrama yang telah memperdagangkan organ-organ manusia.

Yesa merupakan tempat seperti Bumi. Ada Raja, rakyat, pengawal, dan tentara. Hanya saja karena terjadi pemberontakan Raja Koti terpaksa mengusir pemberontak dan menutup Yesa. Membuat Si Tujuh Bersaudara yang sedang berkelana tidak dapat kembali ke Yesa. 

Si Tujuh Bersaudara memilih manusia untuk menjalankan misi itu. Mereka adalah Noche pembawa kegelapan, seorang trangender, dihadiahkan kekuatan yang mewakili sifat malam. Orang kedua adalah Fahri, guru besar Universitas Tanjungpura, dan Arian yang terkuat di antara mereka.

Ketika Noche hadir dalam kehidupanArtina, sahabat Arian. Terjadilah cinta segitiga di antara mereka. Arian menentang hubungan itu, karena ia tidak ingin sahabatnya menjadi orang yang dibenci manusia.

“Kamu tidak mengerti, Yan. Kamu hanya tidak tahu rasanya menjadi aku. Aku Cuma ingin bahagia.” 

Sepotong dialog Arti terhadap Arian, ketika Arian menjauhkan Arti dari Noche. “Cinta itu keberuntungan , Ti. Bukan Tuhan,” ucap Arian.

Kisah ini sebenarnya baru dimulai ketika Fahri patah hati terhadap Nawa, wanita asal Yogyakarta yang dicintainya mengatakan, “Pontianak tidak pantas memiliki gelar ibu kota.” “Di sana banyak monyet.” Sejak saat itu Fahri buda’ Pontianak yang sejak kecil minum aek Kapuas, bertekad bahwa misi si Tujuh Bersaudara harus berhasil. Karena ia diberi hadiah menjadi bintang langit Yesa.


2 comments:

  1. Membaca memang asik. Semoga kesadaran ini dimiliki pembaca lewat blog kak Maya. Sukses untuk semua penulis. Selamat menikmati membaca Novel PARA KEPULANGAN BINTANG KARYA NINGS S LUMBANTORUAN. BRAVO.

    ReplyDelete